Dengan adanya perubahan dinamika politik dan system politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh pada masyarakat untuk menerapkan system mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis. Dalam konteks politik local Desa, hal ini tergambar dalam pemilihan – pemilihan lain (pilleg,pilpres,pilkada,dan pilgub) yang juga melibatkan warga masyarakat desa secara umum.
2. Keadaan Ekonomi
Dengan semakin berkembangnya Desa Gadingkembar yang dapat digambarkan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang sebagian besar keadaan rumah berdinding tembok (60%) rumah bamboo (30%) dan semi permanen (10% ). Didukung dengan sarana/ lembaga keuangan untuk menunjang meningkatkan perekonomian masyarakat yang terdiri dari Bank(BRI), Program Gerdu Taskin, SPP PNPM Mandiri, Koperasi Agro Niaga (KAN) yang mengurusi masalah pertanian khususnya tanaman/ hasil perkebunan tebu dan hasil peternakan sapi perah dll.
mayoritas
penduduk bermata pencaharian peternak sapi perah dan ayam petelur atau kampung petani di perkebunan tebu dan pedagang kecil
seperti kerupuk dan mie kemasan, untuk memenuhi
kebutuhan, desa memiliki Koperasi Agro
Niaga (KAN) dan SPP PNPM.
3. Keadaan Keagamaan
Sesuai dengan kondisi masyarakat agamis desa gading kembar yang berarti desa maoritas pendudukanya beragama islam dengan terwujudnya bangunan tempat ibadah yang terdiri dari empat buah masjid dan 14 musholah. Disamping itu juga terdapat taman pendidikan Al- Qur’an serta berkembangnya berbagai kegiata keagamaan yang lainnya.
Berdasarkan data administrasi Desa tahun 2010, jumlah penduduk Desa Gadingkembar adalah 4.339 jiwa, dengan rincian 2067 jiwa laki laki dan 2272 jiwa perempuan. Jumlah penduduk demikian ini tergabung dalam 1.214 KK.
Agar dapat mendeskripsikan dengan lebih lengkap tentang informasi keadaan kependudukan di Desa Gadingkembar maka perlu diidentifikasi jumlah penduduk dengan menitik beratkan pada klasifikasi usia. Untuk memperoleh informasi ini makan disajikan tabel berikut :
Dari data Nampak bahwa usia produktif terdapat pada usia 16-60 tahun di Desa Gadingkembar cukup banyak. Hal ini merupakan modal berharga bagi pengadaan tenaga produktif dan SDM.
Desa Gadingkembar merupakan salah satu desa yang terletak di sebelah timur kecamatan jabung kabupaten Malang. Desa ini disebut Desa GADINGKEMBAR dikarenakan pada jaman dahulu menurut berbagai sumber yang di dapat dari para sesepuh Desa yang berusia kurang lebih dari 100 tahun dan masih hidup, di dapat terdapat keterangan bahwa saat itu terdapat 2 orang pendatang yang konon mereka berasal dari MENTARAM dan PEKALONGAN yang sama sama melakukan babat luas untuk dijadikan sebuah pemukiman dari peristiwa tersebut diperoleh keterangan bahwa kedua orang btersebut menemukan GADING GAJAH di tempat yang berbeda, setelah dipertemukan ternyata gading gajah tersebut tidak ada bedanya atau disebut kembar. Berawal dari itulah makan Desa ini dinamakan Desa GADINGKEMBAR.
Kemudian di dapat pula keterangan bahwa sebelum GADINGKEMBAR berdiri konon menurut cerita dari para sesepuh terdapat sebuah pemerintahan di desa yang dipusatkan di Gasek Kulon dengan seorang Kepala Desa bernama pak Karja. Disamping itu juga terdapat pemerintahan Desa yang terletak di Gading dan dipimpin oleh seorang Kepala Desa bernama pak Dasud, satu lagi terdapat pusat Pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang bernama pak Garmo. Di daerah it terdapat di Dempok, pada masa itu jabatan Kepala Desa bisa digantikan secara turun menurun.
Setalah pak Karja meninggal digantikan oleh anaknya yang bernama pak Tijah kemudian digantikan oleh saudaranya yang bernama pak Amir, kemudian digantikan lagi oleh saudaranya yang bernama pak Jiman. Konon pada masa kepemimpinan pak Jiman inilah yang menyatukan daerah kekuasaan mereka menjadi sebuah desa yaitu Desa GADINGKEMBAR yang terdiri dari 4 Dusun yaitu Dusun Gasek Kulon, Dusun Gasek Wetan, Dusun Gading dan Dusun Dempok, hingga pada akhirnya pak Jiman meninggal dunia lalu Jabatan Kepala Desa digantikan oleh pak Sukanah yang menjabat selama 5 tahun . selanjutnya pak Asrop selama 1 tahun, kemudian digantikan lahi oleh pak Dahun yang menjabat sekitar 27 Tahun kemudian pada masa penjajahan jabatan Kepala Desa di pegang oleh pak Damun yang merupakan anak dari pak Jiman.






